Cari

Noon at home, at anywhere

An infuse to lively mind…..

Kategori

wildlife ecology

Literasi Ornitologi, menyintas keberagaman…

Kematian Belon masih misteri yang tak terpecahkan, berhubungan dengan politik sang raja….”

belon_comparativeItulah sepenggal presentasi mahasiswa siang ini. Siapakah yang pernah mengenal Pierre Belon? Kalau saja Mochammad Rizky Al Ryzal tidak mengupas buku the Great Naturalist, kita tentu tak tahu siapa Pierre Belon.  Pionir anatomi komparatif ini ternyata adalah seorang naturalis tumbuhan yang pernah menjadi tentara Perancis pada masa Raja Francis I.  Secara sederhana, Belon membandingkan kerangka manusia dengan burung, dan memperkenalkan ide homologi, kesamaan sruktur seperti pada tangan manusia dan sayap burung. Continue reading “Literasi Ornitologi, menyintas keberagaman…”

Iklan

Riset satwa dan perubahan iklim

Perubahan iklim bisa dianggap sebagai isu baru dan lama. Isu lama karena yang namanya iklim pasti terkait dalam suatu siklus, artinya dari ice age dulu pun sudah ada perubahan iklim. Isu baru karena topic ini serasa baru terus. Yah karena memang belum ada ilmu khusus tentang perubahan iklim. Artinya, para peneliti berlatar belakang apapun mau tidak mau harus belajar dan mendalami isu ini. Barangkali baru beberapa tahun belakangan ini ada beberapa institusi pendidikan yang membuka jurusan atau keminatan khusus tentang perubahan iklim.

Itu secara umum. Belum lagi jika bicara khusus tentang Indonesia. Oh ya, seperti biasa dalam kasus saya tentunya terkait wildlife alias satwa liar dan habitatnya Continue reading “Riset satwa dan perubahan iklim”

Rangkong Sulawesi, masih dapatkah memilih tempat hidup?

Kembali lagi ke Sulawesi… Tetapi kali ini sedikit menjauh dari daratan utama, yaitu Pulau Butung alias Buton. Saat menginjak pulau ini pertama kali di ibukotanya Bau-bau, saya segera merasakan jejak-jejak historis yang telah dialami kepulauan ini. Kota yang begitu ramai, simpang-siur kendaraan bermotor roda dua, angkot, hingga taxi, rasanya cukup menakjubkan untuk kota sekecil ini. Buton melalui Kesultanannya memang telah dikenal dalam sejarah bangsa kita sejak abad ke 13, bahkan sejak jaman Kerajaan Majapahit dan tercatat dalam naskah Negarakertagamanya Mpu Prapanca.

Salah satu hutan yang relatif tidak terganggu

Maka tak heran pula jika hutan-hutan pulau ini telah mendapat sentuhan manusia sejak lama, seperti yang dialami hutan Lambusango (35.000 ha) di bagian tengah pulau ini. Bagian hutan yang terletak di bagian selatan, misalnya seakan telah menjadi lokasi utama para pencari rotan dan pencari kayu. Di salah satu lokasi ini misalnya, ada banyak simpangan jalan-jalan setapak dengan potongan rotan atau kayu yang diletakkan melintang jalan setapak, untuk mempermudah para perotan menarik kumpulan rotannya keluar hutan. Sementara di bagian hutan lainnya, air sungai terasa berserbuk kayu sebagai akibat dari kayu-kayu yang dialirkan melalui sungai. Sentuhan-sentuhan manusia ini tercermin dari struktur hutannya. Hutan-hutan dengan gangguan tinggi di Lambusango dicirikan oleh dengan tajuk yang jauh lebih terbuka sementara pada hutan dengan gangguan yang rendah, lebih dipenuhi oleh tumbuhan seperti pandan, palem, dan paku-pakuan. Hutan dengan gangguan rendah juga cenderung terletak di daerah yang berundak-undak. Tingkat gangguan ini ternyata tak membedakan status hutannya yang sebagian berstatus kawasan konservasi, sementara sebagian lainnya berstatus hutan produksi. Continue reading “Rangkong Sulawesi, masih dapatkah memilih tempat hidup?”

Rangkong, si petani berlahan hutan

Tahukah bahwa burung rangkong punya bulu mata? Yang konon berfungsi dalam mencari pasangan……..

Burung rangkong (family Bucerotidae) telah menjadi perhatian Carolus Linnaeus pula sejak tahun 1758 pada waktu ia mempublikasi Systema Naturae. Sementara kapan rangkong ini muncul, diduga sejak Jaman Oligocene sekitar 30-35 juta tahun yang lalu. Didominasi warna dasar hitam pada sebagian besar jenisnya, ternyata ada hal-hal menarik yang membedakan rangkong dengan burung lainnya. Continue reading “Rangkong, si petani berlahan hutan”

Di saat kupu-kupu berpasangan

Sepasang Troides haliphron
Sepasang Troides haliphron

Siang hari yang cerah dengan sinar matahari yang hangat memang memberi suasana tersendiri, terutama bagi kupu-kupu yang lagi cari pasangan. Urusan kawin-mawin memang urusan pribadi kupu-kupu. Sehingga sedikit memang info yang dibaginya ke manusia.

Continue reading “Di saat kupu-kupu berpasangan”

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑