Cari

Noon at home, at anywhere

An infuse to lively mind…..

Kategori

Culinary adventures

Eksplorasi kuliner si kecil

Perjalanan kuliner saya boleh dianggap stagnan untuk diri sendiri sejak adanya si kecil. Tetapi untungnya eksplorasi ini merambah ke diversifikasi menu makanan si kunyil ini tentu saja dengan tujuan supaya si kunyil yang ini mau makan. Dengan umur sekarang 9 bulan, si anak kecil (oh ya, soalnya dia kadang seperti merasa bukan bayi lagi) ini sudah punya keinginan dan preferensi rasa. Tetapi cukup lega juga bahwa di umur 9 bulan, bahan makanan yang diperbolehka sudah jauh lebih bervariasi. Untungnya juga sebagai lulusan field culinary school Lampung hingga Buton Lanjutkan membaca “Eksplorasi kuliner si kecil”

Udang dan udang

Ada apa di balik sebuah nama? Ini ada dua jenis udang berbeda morfologi. Yang satu bisa terbang dan lainnya di dalam laut. Dua alam yang bersentuhan tetapi tak saling memberi kesempatan hidup.

Si Udang merah Sulawesi (Ceyx fallax)
Si Udang merah Sulawesi (Ceyx fallax)

Lanjutkan membaca “Udang dan udang”

Monster kue dan 3 anak kucing

Para monster kue berjemur bersama-sama.  “Ini terlalu panas…..”, kata si kerah biru. “Tidak. Ini sudah sore, matahari sudah mulai menghilang. Sudah saatnya kita pindah dan menjauh. Lihat, 3 anak kucing itu”, kata si kerah kuning Lanjutkan membaca “Monster kue dan 3 anak kucing”

Hidup seimbang = sistem alam bekerja semestinya

makanan siamangSiamang-siamang yang makan buah dan daun pasti sehat. Burung rangkong pun makan buah, dan mengatur kebutuhan tubuhnya dengan sesekali makan hewan-hewan kecil lainnya pada saat musim berbiak. Tak lain sebagai pasokan protein bagi calon maupun rangkong-rangkong kecil yang lahir. Setiap mahluk hidup telah diatur agar mempunyai sistem metabolisme sedemikian rupa untuk bertahan hidup. Manusia juga begitu. Tetapi kelebihan akal yang dipunyai seringkali juga membuat sistem tubuhnya berjalan tak semestinya. Lanjutkan membaca “Hidup seimbang = sistem alam bekerja semestinya”

Antara salsa, pala, dan sejarah

dsc01392_salsa.jpg Bahwasanya saya lapar dan sebungkus tortilla chips serasa melambai-lambai, maka jadilah saus salsa melengkapi tortilla chips tadi. Kombinasi tomat, paprika, bawang Bombay, dan cilantro alias daun ketumbar menjadi paduan yang cukup melepas rindu suara-suara perut saya.

Penggunaan kata ‘saus salsa’ sebenarnya tidak tepat sebab salsa yang berasal dari bahasa Spanyol berarti saus. Anyway, salsa ternyata punya sejarah juga. Lanjutkan membaca “Antara salsa, pala, dan sejarah”

Blog di WordPress.com.

Atas ↑