Camera 360

#Kelasinspirasi …  Apa pula ini?  Saya terus terang sempat ragu-ragu sewaktu mendaftar.  Di antara beberapa pertanyaan yang memerlukan jawaban cukup panjang saat mendaftar, timbul pertanyaan-pertanyaan pada diri saya, ‘sepenting apakah pekerjaan saya sehingga saya harus menularkan mimpi ini pada anak-anak lain?’ Plus ditambah keraguan lain karena komitmen ini berarti mengurangi waktu saya bersama anak dan keluarga.  Satu hari saja memang mengajar, tetapi dalam seminggu ini pikiran-pikiran tentu dipenuhi dengan konsep yang harus saya sampaikan.

“Karena mendidik adalah tugas orang terdidik” – Anies Baswedan.  Barangkali itu modal saya untuk ikutan.  Kepada suami, ijin saya adalah, “ini bentuk sedekah saya, karena saya belum bisa memberi sedekah dalam bentuk materi”.  Dan pada saat briefing dan menonton salah satu video Kelas Inspirasi di Depok tahun lalu yang menampilkan Pak Ikrar Nusa Bakti, saya makin yakin bahwa ini harus saya lakukan.

Berlokasi di SD Pancoran Mas 2 Depok, kami relawan yang hanya berjumlah 5 orang, serta seorang fotografer harus menangani 6 kelas, yaitu kelas 6A, 6B, 5A, 5B, 2A, dan 2B.  Mendadak saya jadi ingat pesan dari seorang teman saat saya beberapa minggu lalu sedang survey TK untuk anak saya. Katanya, gabungan anak, guru, dan sekolahnya adalah unik. Yesterday, I found that each class is unique.  Di kelas 6B, semua anak bertepuk tangan saat saya masuk dan pertanyaan pertama yang keluar adalah “Ibu sudah ke hutan mana saja?” dan “Ibu pernah kesasar gak di hutan?”.  Di kelas 5B, saat saya baru menyiapkan bahan, seorang anak sudah berkata, “Ibu, aku mau jadi peneliti binatang”.  Dan anak ini sudah tahu tentang kelelawar vampir, migrasi burung.  Sementara anak lain menunjuk gambar burung sesap madu dan mengatakannya sebagai humming bird.  Menyatakan suatu kemiripan.

Camera 360Yang agak heboh memang menangani anak-anak yang lebih kecil.  Kelas 2A dan 2B, sepertinya sama kacaunya.  Anak-anak berlari-larian, saling dorong baik laki-laki maupun perempuan, tiba-tiba menangis.  Meja dan kursi seakan begitu mudahnya bergeser maju dan mundur, merangsek anak yang satu dan menjatuhkan yang lainnya. Dua menit diam, dua menit kemudian sudah bergeser dari tempat duduknya. No methods worked! Tetapi di antara kericuhan inipun, kedua kelas ini unik.  Kelas 2A begitu antusias ingin menggambar.  Sebagian menunjukkan gambarnya pada saya, seekor lebar dan 2 bunga.  Jadi saya bercerita bagaimana lebah berpindah dari satu bunga ke bunga lainnya untuk menghisap madu.  Sementara saat saya mendatangai segerombolan anak-anak lainnya yang sedari tadi tak kunjung melekatkan pantatnya pada kursinya, dan bertanya, siapa yang memelihara binatang di rumah?.  Mereka antusias menjawab.  Kelas 2B lain lagi.  Ini kelas jauh lebih riuh rendah.  Tiga orang anak tiba-tiba memilih menduduki kursi guru, satu orang bersembunyi di bawah meja guru, sebagian lainnya mencari alasan mohon ijin ke toilet, seorang anak perempuan tiba-tiba memukul teman laki-lakinya. Tetapi di antara kegagalan cerita saya tentang sepasang burung rangkong yang hendak bersarang, yang berkali-kali terpaksa berhenti karena semua anak merangsek maju ke depan dan yang lainnya mengeluh kepanasan, atau karena kelas sudah terlalu gaduh serta tiba-tiba ada yang menangis, saya masih pula menemukan keunikan kelas ini.  Wayang burung rangkong saya ternyata menjadi perhatian kelas ini.  Mereka ingin memainkannya sendiri.  Mereka ingin membuatnya.  Mereka memerhatikan wayang burung saya dan bertanya, dari apa dan bagaimana saya membuatnya.  Mereka tahu bahwa wayang ini dibuat dari kardus dan karton bekas.  Kelas ini adalah kelas yang tampaknya suka membuat pekerjaan tangan.  Di kelas ini pula terpajang kendi-kendi yang ditempeli kacang hijau, hasil karya mereka sebelumnya.

Camera 360Inilah kunjungan menyampaikan mimpi, harapan.  Apakah mereka menjadi peneliti?  Mungkin tidak, tetapi sungguh suatu harapan menuju kebaikan jika dari kunjungan saya, mereka paham bahwa kelelawar menjadi penyerbuk bunga duren, dan membantu bunga dapat berubah menjadi buah, dan mereka bertanya sekolah apa untuk menjadi peneliti.

Karena mendidik adalah tugas orang terdidik, Anies Baswedan

Camera 360