Perjalanan kuliner saya boleh dianggap stagnan untuk diri sendiri sejak adanya si kecil. Tetapi untungnya eksplorasi ini merambah ke diversifikasi menu makanan si kunyil ini tentu saja dengan tujuan supaya si kunyil yang ini mau makan. Dengan umur sekarang 9 bulan, si anak kecil (oh ya, soalnya dia kadang seperti merasa bukan bayi lagi) ini sudah punya keinginan dan preferensi rasa. Tetapi cukup lega juga bahwa di umur 9 bulan, bahan makanan yang diperbolehka sudah jauh lebih bervariasi. Untungnya juga sebagai lulusan field culinary school Lampung hingga Buton, saya cukup terbiasa dengan bahan-bahan yang seadanya dengan sistem campur sari alias campur sana sini. Variasi menu biasanya hasil kreasi lanjutan dari buku ‘Puree: makanan lembut untuk bayi 6-12 bulan’ serta ‘the complete guide to pregnancy, baby care, & baby food’ hasil pinjaman dari teman.

Berikut menu andalan si kecil:

Waktu Menu
Pagi bubur havermut + buah. Menu ini saya bayangkan sebagai cereal dengan buah-buahan. Buah andalan tentu saja pisang. Kadang saya tambahkan pula parutan apel dan pir, strawberry, atau anggur tergantung apa yang ada di rumah. Belakangan strawberry terpaksa saya hentikan sebab kayanya ada reaksi alergi. Padahal kelihatannya si kecil cukup suka.
Bubur havermut dengan tahu & keju
Selingan pagi Jus buah terutama papaya dengan campuran jeruk atau papaya & mangga
Custard pudding. Ini idenya berasal dari pudding caramel tanpa caramelnya tentu saja.
Appear (apple and pear) bread pudding. Puding roti dengan campuran jus apel dan pear yang sebelumnya telah dimasak dahulu
Roti tawar, atau roti dengan mentega yang dibakar sebentar
Siang Bubur beras merah kasar dengan aneka lauk pauk
Bubur beras putih dengan potongan daging ayam + lauk pauk
Selingan sore biscuit
Malam Pasta bolognaise. Menu ini asalnya dari spaghetti bolognaise lengkap dengan daging cincang, tomat, bawang Bombay, dengan tambahan paprika
Mac and cheese. Macaroni dengan susu, keju, ayam, dan tomat
Potato with broccoli and cheese. Rasanya seperti ngebayangi makan di Wendy’s

Menu andalan ini ya kadang tidak berhasil juga, terutama jika si kecil sakit atau bosan. Lagipula akhir-akhir ini ia semakin tertarik mencoba apa yang dimakan orang-orang dewasa di sekitarnya. Jadi saya harus putar otak mencari menu-menu baru yang bisa sama-sama dimakan baik ia maupun orang tuanya. Puding roti itu juga inovasi baru gara-gara melihat ia ternyata sudah bisa makan roti. Hehehe…. Kapan ya kira-kira kamu bisa ikutan makan sate padang?