Berikut secuplik gambar yang sempat terekam pada saat saya berkunjung ke arena tarian (dancing ground) si Kuau raja jantan alias Great argus alias Argusianus argus yang kisah hidupnya pernah saya ceritakan di sini.

Burung yang sensitif ini tentu saja sadar ada pendatang di dekatnya yang barangkali terasa dari tekanan langkah-langkah kaki yang jauh lebih besar dari kakinya sendiri, yang berusaha mengendap-ngendap di antara dedaunan kering namun gagal.  Alhasil, tentu saja sang Kuau jual mahal, tak mau mendekati arena tariannya, dan memilih berdiam di tepi arena.  Barangkali berpikir, siapakah yang harus mundur…. dirinya atau si langkah kaki tadi……….