Para penguasa langit malam berkelebat di kegelapan. Dan ini peringatan pertama bagi mereka, para kampret karena para batman akan segera beraksi di bulan Agustus. Hehe, saya sebenarnya kurang suka memakai istilah kampret karena sering dikonotasikan sebagai kata-kata umpatan. Tetapi, kampret juga merupakan istilah (juga tercantum pada Kamus Umum Bahasa Indonesia) yang dipakai para batman untuk kelompok kelelawar pemakan serangga atau Microchiroptera (sementara ‘kalong’ dan ‘codot’ adalah istilah bagi kelelawar pemakan buah–Megachirotera).

Setahun yang lalu, para batgirl (peneliti kelelawar perempuan) yang manis-manis di stasiun penelitian Way Canguk bisa jadi ancaman bagi para kampret bergigi tajam ini. Tak lain karena berani-beraninya memasang perangkap di kawasan terbang Microchiroptera. Gigi yang tajam menjadi tak berdaya di tangan para batgirl. Untungnya, para batgirl hanya sekedar mau tahu berat badan dan morfologi mereka dan bahkan melepaskannya kembali di kawasan terbangnya. Menjelang Agustus ini, giliran para batman yang akan beraksi. Entah apa pula yang mau dibuat, yang jelas para kampret harus bersiap-siap tertangkap dan dipegang-pegang oleh para batman.

Di antara senar-senar perangkap harpa
Di antara senar-senar perangkap harpa

Warga kampret alias Microchiroptera dicirikan oleh tubuh yang relatif kecil dengan gigi-gigi yang tajam dan bentuk muka yang (mohon maaf) bertampang seram. Biarpun kecil, seekor kelelawar pemakan serangga konon dapat melahap 6000 nyamuk dalam semalam. Para kampret ini juga dikenal menggunakan echolocation (produksi suara yang dipantulkan kembali) untuk menemukan mangsa dan mendeteksi jaraknya. Kemampuan ini yang menyebabkan mereka sulit ditangkap karena dapat dengan mudah mendeteksi alat perangkap. Beruntunglah para batman dan batgirl masa kini dengan adanya temuan perangkap harpa (harp trap) yang terdiri dari beberapa lapis senar-senar tali pancing. Jadi, bila kelelawar lolos dari lapisan senar pertama, masih ada lapisan berikutnya yang menghadang dan diharap dapat mengecoh kelelawar.

Kampret boleh dikata cukup pintar dalam mencari makan. Jalur terbangnya tetap dan sulit terkecoh dengan adanya jalur-jalur bukaan baru. Jalur terbang konvensional barangkali memastikan diperolehnya buruan yang cukup untuk perutnya dan lebih aman karena pola tanaman relatif tak berubah. Tetapi di mana-mana, mencari makan adalah persaingan. Para jantan yang kuat jelas mendapat kesempatan lebih dibanding betina yang kadang terbang sambil menggendong anak yang hampir sama besarnya dengan sang ibu. Life is tough! Menariknya, pembukaan transek-transek baru di Way Canguk (jalur monitoring baru) serasa memberi angin segar bagi para perempuan..eh..maksudnya para betina yang telah dewasa. Rupa-rupanya para betina pun mencari jalan lebih baik untuk survive dan berani menjauh dari sesuatu yang konvensional. Jalur baru, jalan baru, barangkali penuh misteri tetapi juga menawarkan sesuatu yang mungkin lebih baik. Siapa tahu?

Jadi, sekali lagi, para kampret bersiaplah! Karena makin banyak yang ingin tahu siapa dan bagaimana kalian sebenarnya.