Hari hujan adalah hari libur resmi bagi field biologist. Tidak ada satupun satwa yang sudi berbasah-basah di kala hujan deras dan bersembunyi dengan efektifnya di rimbunan dedaunan.

dsc01427_banjir.jpg

Hari hujan adalah hari yang diharap-harap, namun juga sekaligus dibenci. Hari hujan menjadi hari istirahat sesudah berhari-hari menjalani transek yang penuh rintangan, mulai dari kayu-kayu besar penghalang jalan, hingga pacet, serta kemungkinan bertemu gajah. Namun istirahat berhari-hari akibat hujan yang tak henti sama artinya dengan data yang tak terkumpul atau kebosanan memandangi camp. Hujan menjadi mulai menyebalkan jika turun di saat survey tengah berlangsung. Hewan keburu menghilang sementara baju keburu basah kuyup. Biarpun telah bertahun-tahun bekerja seperti ini, namun SOP (Standard Operation Procedure) penghentian survey akibat hujan tak pernah terwujud. Apakah dan bilamanakah kita boleh kembali ke camp dan tidak meneruskan pekerjaan? Hehehe, hingga saat ini SOP tak pernah ada karena hujan masih sulit didefinisikan. Coba lihat beberapa pilihan ini: 1. Hujan rintik-rintik tanpa membasahi baju (survey jalan terus), 2. Hujan tidak terlalu deras tapi lama (hentikan survey), 3. Hujan deras kurang dari 15 menit (tunggu, cari tempat berteduh, lanjutkan survey setelah reda), 4. Hujan deras bikin baju basah (pulang saja daripada kedinginan dan sakit). Tetapi tetap saja, tiap kali hujan di tengah survey, yang muncul justeru saling bertanya satu sama lain. Pulang atau menunggu hujan reda? Mengapa repot amat memutuskan pulang atau tidak? Ya, sebab lokasi survey jarang sekali dekat camp sehingga perhitungan waktu pulang-balik ke camp, gagal mengambil data (dan harus kembali lagi di hari berikut atau mengulang survey), atau baju basah kuyup karena hujan tidak ada satupun yang menarik.

Hujan memang sulit diramal, kapan deras – kapan berhenti, berlangsung singkat atau lama. But rain is not an option. Sebab hujan pasti kan berhenti jua. Kebosanan adalah peningkatan kreativitas mengisi waktu (membaca, menulis cerita ini, menyanyi, main perahu karet di saat banjir, memasak—meskipun cuma indomie rebus untuk saat ini). Dan masih selalu ada hari lain untuk mengejar ketinggalan data. Hopefully……

dsc01449_diary-canguk.jpgCanguk 29 February 2008, 12.20 siang setelah 15 jam hujan sejak semalam yang belum lelah juga untuk berhenti….. Ditulis ulang dari communal diary of Canguk