Si Umar lagi mengamati ikan mas kokinya yang lagi megap-megap gara-gara air akuariumnya lagi diganti sama bapaknya. Megap-megap karena kurang sirkulasi udara. Begitu aerator dipasang, kembali happylah si ikan (si Umar juga) berenang ke sana-sini.

fieldwork2.jpg

Pelihara ikan tak ubahnya bagai pelihara stasiun penelitian. Jelas harus ada pasokan makanan. Tapi juga sirkulasi hal-hal lain yang menunjang. Adanya akuarium di rumah sebenarnya tanpa perencanaan matang. Bahkan mendadak untuk mengatasi tantrumnya si Umar. Jadi, keberlangsungannya tentu harus ditunjang semua pihak yang ada di rumah, dari ortunya, tante, sampai opa-omanya.

Perencanaan stasiun penelitian ekologi tentunya jauh lebih dalam dibanding membuat akuarium.

  1. Mengapa sebuah stasiun penelitian perlu ada? Ini adalah hal pertama yang harus dijawab. Adakah suatu masalah ekologi yang perlu dijawab melalui sebuah stasiun penelitian? Adakah dinamika serta proses ekologi yang khusus dan tidak atau belum pernah dipecahkan?
  2. Perencanaan program yang tepat. Apa yang dikerjakan dalam stasiun penelitian sangat berbeda dengan proyek ukuran setahun-3 tahun survey. Proyek-proyek jangka pendek tentu saja tak perlu sampai membuat sebuah stasiun penelitian. Stasiun penelitian biasanya sangat terkait dengan pekerjaan monitoring, surveillance, atau pengamatan jangka panjang. Bisa saja dipecah menjadi proyek-proyek jangka pendek, namun biasanya tetap terkait satu sama lain. Perencanaan program juga sebaiknya mempunyai target-target atau outcome yang jelas, misalnya perencaan publikasi hasil riset dan aplikasi hasil riset. Jangan jadikan stasiun penelitian menjadi sesuatu yang eksklusif karena stasiun penelitian adalah tempat belajar bagi siapapun.
  3. Mengelola sebuah stasiun penelitian tidak mudah. Pasokan dana yang tetap, jumlah teknisi di lapangan, kombinasi scientists serta manager yang handal sangat diperlukan. Kalau memelihara ikan saja perlu banyak resource, apalagi stasiun penelitian.
  4. Tujuan stasiun penelitian harus dipahami semua pihak yang terkait, dari pihak pencari dana hingga teknisi untuk keberlangsungan hidupnya.

E.O. Wilson said, “We are drowning in information while starving for wisdom. The world henceforth will be run by synthesizers, people able to put together the right information at the right time, think critically about it, and make important choices wisely.”