Scientists itu memang suka aneh-aneh, kaya’ orang kurang kerjaan aja. Dari observasi di alam, dibuat dalam perhitungan-perhitungan matematis, dan jadilah teori dan konsep-konsep baru yang menjelaskan fenomena yang sebenernya gak baru.

Dan saya mungkin juga termasuk yang kurang kerjaan. Sebab dari urusan ngomongin kawin-mawin, saya jadi kepingin mengupas strategi hidup dari ayam-ayam ini.

formula.png

Rumus apa lagi nih? Tenang, saya juga gak mau bahas terlalu dalam. Ini perhitungan ’dinamika populasi’ Velhurst yang memperbaiki model demografi Malthus (kalo nama yang terakhir ini masih inget kan dari pelajaran ekonomi?).

Dari formula inilah diturunkan strategi hidup r dan K. Nilai r adalah growth rate atau angka pertumbuhan, sedangkan nilai K adalah carrying capacity. Berdasarkan formula itu juga maka satwa-satwa berstrategi hidup r adalah yang biasanya berketurunan banyak dan cepat (inget aja r = rapid) sementara yang berstrategi hidup K adalah sebaliknya.

Hidup itu memang penuh investasi. Tapi si Puyuh sengayan pastinya gak mikirin formula tadi. Sekali bertelur bisa 4-6 butir telur. Nalurinya yang bermain dan menanamkan konsep berketurunan banyak lebih baik dibanding berketurunan sedikit. Hidup di hutan Sumatra tuh gak aman. Ada burung elang yang gak segan-segan menyusup tajuk pepohonan yang rimbun. Ada juga biawak yang berminat dengan telur-telurnya. Sudah tubuhnya kecil, terbang pun susah. Contoh paling tepat satwa berstrategi hidup r adalah kodok. Inget kan telurnya banyak. Orang tua kodok pun gak mau juga berinvestasi membesarkan anak lama-lama. Begitu menetas, ya tumbuh kembang sendiri.

Sementara investasi hidup secara K (ingetnya K = kecil) juga berbeda. Lihat tuh si gajah (iya, kali ini saya mau menyimpang dari ayam-ayam… bosen). Si calon bayi tinggal dalam kandungan selama 19-22 bulan. Sesudah lahir, masih pula diasuh oleh sang ibu selama bertahun-tahun. Kalau si ibu mau punya keturunan lagi masih harus menunggu 2.5 sampai 4 tahun setelah kelahiran anak pertama. Gajah memang gak mikir yang lain-lain. Lagian, siapa pula yang bakal mengganggu kehidupan gajah di hutan kecuali manusia?

Yang musti diingat, hidup itu gak cuma r dan K aja. Ada juga yang di tengah-tengah, menggabungkan sedikit r dan sedikit K. Lagian mana ada ayam yang iseng menentukan strateginya dari menghitung lewat formula tadi. Yang penting add some spice to life! Lho…???