020608-0449-berburulite1.jpgIni memang gak jauh beda dengan satwa. Mau cari makan ada strateginya. Bukan karena iseng si siamang mengunjungi tepi homerangenya. Udah ada dalam list di otaknya kalo ada pohon ficus berbuah buanyak di situ, tapi kompetitornya kelompok siamang tetangga juga pasti ngincer yang sama. So, kemungkinannya ya harus ribut dulu dengan tetangga atau mengalah cari makan di tempat lain yang mungkin lebih mudah tapi perolehannya gak banyak. Berburu literatur juga pakai strategi….

Beruntunglah para mahasiswa jaman sekarang… udah ada internet. Coba tuh jaman awal 90-an. Penjejakan literature saya bisa ke mana-mana. Saya pernah datang ke suatu library di daerah Kramat (sudah lupa juga perpus apaan) dan pesan satu paper penting buat skripsi saya. Ini juga plus pake nunggu 2 minggu karena pesan dari luar negeri.

Cari literature emang gampang-gampang susah. Satu hal nih, JANGAN PERNAH MENCARI DALAM GELAP! Soalnya gak bakal keliatan. Ini foraging strategy saya….

  • Define your topics. Yes, harus jelas dulu topic laporan, skripsi, atau thesis. Bagusnya sih bikin outline dulu. Ini akan jadi mindmap untuk mencari literature yang berhubungan.
  • Identify related journals. Kenali jurnal-jurnal yang berhubungan dengan topic tersebut supaya kalau ke library gak bingung mau cari apa. Pengutipan dari jurnal sangat penting karena menunjukkan relevansi dengan masalah yang sedang menjadi trend. Ada anggapan bahwa sebaiknya 80% dari daftar referensi berasal dari jurnal sementara sisanya bisa dari textbook. Paper yang diacu pun sebaiknya ber-angka tahun 5 tahun ke belakang, kecuali paper yang punya relevansi tinggi dan menjadi dasar teori. Beberapa jurnal yang sering saya jadikan sumber misalnya,
    • Ibis dan Auk: ekologi, natural history dari burung
    • Journal of field ornithology: biasanya mengupas teknik atau metoda dalam riset2 burung
    • Ecology: ekologi secara umum, kadang juga mengupas konsep, analisa atau metode yang up-to-date
    • Journal of Wildlife Management: wildlife management pastinya…
    • Conservation Biology, Biological Conservation: ya biologi konservasi lah…
  • Identify related papers. Cari beberapa paper awal. Biasanya pembimbing punya koleksi literature yang bisa dishare. Baca dan baca… Soalnya tiap paper pastinya mengutip dari paper lain. Cari judul dan info lengkapnya. Kalo perlu bikin deh 1 notes kecil yang isinya daftar referensi yang ingin dicari.
  • GO GOOGLE! Udah ada fasilitas nih! Pake dong semaksimal mungkin. Tulis kata kunci yang berkaitan dengan topic. Sebaiknya juga dalam bahasa Inggris soalnya info riset dalam bahasa Indonesia memang sedikit.
  • GO Google scholar! Demen banget deh sama google scholar. Apalagi kalo univ kita subscribe online journal. Dari point no 3 tadi, listnya bisa langsung diketik di pencariannya. Yang susah kalo emang univ kita gak subscribe apa-apa. Tapi jangan sedih dulu. Biasanya ada beberapa yang free kok. Kalo gak dapet juga, paling tidak catat dan baca abstractnya. Kalo berhubungan, masukkan ke daftar list reference yang mau dicari.
  • Don’t avoid library. Ya kalo online searching gagal, ke library dong. Btw, kalo yang ini saya gak terlalu tahu infonya. Tapi dari pengalaman dulu, perpus LIPI pusat biasanya cukup lengkap, dan jangan lupa perpus LIPI/MZB. Gaul juga ke NGO international atau LSM yang berkaitan. Biasanya mereka ini punya koleksi yang menarik.
  • Build reference database. Bagi yang punya Endnote atau Procite, info literature yang didapat tadi sebaiknya langsung dibuat reference databasenya. Kalo yang canggih, biasanya Endnote bisa di-link dengan MS Word. Tapi kalo gak pun, daftar referensi di Endnote bisa kita format sesuai bentuk yang kita inginkan (misalnya menurut journal tertentu) dan tinggal copy-paste ke daftar literature chapter yang lagi dikerjakan.

Happy hunting!