Dari jaman dulu sampai sekarang banyak pelajar sudah takut duluan kalau dengar kata ‘Math’. Di bidang-bidang biologi, statistika dan biometrika juga selalu bikin was-was dan keringat dingin. Termasuk juga bagi saya….😛 Marilah kita memulai perjalanan ini dengan was-was tetapi tetap santai. Duh, ngomongin statistika mana bisa santai? Yah, terserah deh. Jalani aja dulu ya…

Statistika berurusan dengan membuat gambaran dari suatu populasi yang kita sedang ukur. Populasi di sini gak ada hubungannya dengan populasi manusia, tapi adalah target penelitian yang kita ukur. Kotak-katik uji statistika dengan software statistika yang ada, lama kelamaan terasa sebagai suatu seni. Ya iyalah, sebab tiap uji perlu format data yang berbeda, harus tentukan mana dependent variable (variable bergantung) dan independent variablenya (variable bebas), harus mencari tahu uji mana yang tepat untuk menjawab pertanyaan kita. Jadi yang paling penting, pastinya harus tahu obyektif penelitian kita dulu supaya gak lari ke sana ke mari.

Banyak kasus menghindari penggunaan statistika dalam laporan maupun skripsinya. Betul gak? Pinginnya gak jauh-jauh dari deskriptif aja. Padahal sih tanpa disadari statistika sudah dipakai juga. Menarik rata-rata dari suatu data saja sudah masuk statistika, statistika deskriptif, yang termasuk mean, median, modus, dan berlanjut dengan standar error, standar deviasi, dan variance.

Padahal sebetulnya uji statistika itu cuma alat bantu. DH Johnson dalam artikelnya di Journal of Wildlife Management tahun 1999 (the insignificance of the significance statistical testing) mengatakan bahwa dalam setiap eksperimen dengan perlakuan pasti selalu ada beda, biarpun kecil sekali. Nah, tapi bagaimana supaya beda sedikit atau beda banyak cukup signifikan bagi pertanyaan kita? Ya pakai uji statistika dong.

Sebagai mahasiswa memang mau tidak mau tetap harus belajar melakukan uji ini secara manual untuk mendalami konsepnya. Soalnya ilmu itu gak ada yang instan. Itu berarti tidak boleh pakai software statistika dan harus dihitung dengan kalkulator dan berbekal table t (misalnya). Software-software statistika mempermudah perjalanan ini dengan menampilkan langsung nilai P nya (P value yang menandakan level of significance). Jadi signifikansi suatu hipotesa statistika adalah lihat dari nilai P. Jika nilai P > 0.05, artinya tidak berbeda nyata sementara jika P < 0.05 menunjukkan ada beda nyata. Nilai 0.05 sendiri sebenarnya menggambarkan 5% penyimpangan dari distribusi normal.

Selain statistika deskriptif, ada juga statistika inferensial. Nah, kalau yang ini sudah masuk ke uji statistic yang sebenarnya. Ada uji T, ANOVA, korelasi, regresi, sampai ke multivariate statistika yang variablenya udah mulai banyak. Terus dari sekian banyak output yang dihasilkan setiap uji, apa yang harus ditampilkan di laporan atau thesis? Pertama, lihat dari nilai P! Kedua, rata-rata uji statistika menggunakan prinsip dasar yang sama dengan uji T, F statistic yang dipakai di ANOVA, atau χ2 (chi-square). Maka tampilkan nilai t atau F, atau χ 2 nya. Ketiga, tampilkan juga derajat bebas atau degree of freedom atau df. Jadi ditulisnya seperti ini… “Hasil memperlihatkan adanya perbedaan signifikan pada bukaan tajuk antara habitat yang terganggu dan yang tidak terganggu (t = -3.941; df 166; P<0.001)”. Tampilan ini memudahkan pembaca laporan atau thesis kita memahami data yang diperoleh (juga memastikan bahwa kita gak bohong). Derajat bebas tadi misalnya, adalah gambaran kelas atau banyaknya data yang diuji – 1. Jadi kalau df tertulis 166, maka data yang digunakan untuk pengujian berjumlah 167.

Jadi, masih ingat kalau uji statistika itu cuma alat bantu? Ingat dong ya… Uji statistika membantu kita untuk menguji hipotesa (biarpun hipotesa itu cuma di kepala..). Artinya, ya supaya kita jangan omong doang, jangan berasumsi tanpa dasar. Tampilkan fakta dengan hasil uji, dengan grafik dan tabel, dengan data… Gitu lho. Michael Crichton (State of Fear) aja bilang, “Do you know what we call opinion in the absence of evidence? We call it prejudice.”

PS: atas permintaan pengunjung, file pdf postingan ini dapat didownload di sini atau di bibliotheca