Baca ini dulu #1 quality of phd students sebelum mulai. Dari listnya, beberapa ini yang masuk di otak, yang bener banget, dan yang harus sedikit diperbaiki.

  1. Ability to procrastinate: Jangan kuatir soal yang satu ini. Makin canggih. Lihat aja blog ini…
  2. Live in poverty….: Pastinya… soalnya cuma bertahan dengan stipend aja. Kereta dan bis jadi kendaraan utama. Seru dan pakai nyasar sana-sini. Dah gak tau rute lagi sih. Paling gak biar kalo makan-makan atau shopping gak merasa bersalah.
  3. Forgo sleep: Kalo yang ini sih gak mungkin. Bagaimanapun harus disiplin dong (biarpun disiplin tidur…)😛
  4. Be completely insane: Sekali lagi lihat blog ini. Soalnya bikin posting gak cuma sekedar nulis, tapi termasuk utak-atik pake corel photopaint, corel draw, dan bikin grafik segala… Has anyone does that? Belum lagi mengembangkan kemampuan memasak. Dimsum ceker ayam yang masaknya lewat 4 tahap dibabat pula (tapi ini masuk kategori insane gak ya…).
  5. Talk about life in terms of statistical significance and probabilities: lihat postingan yang ini…. “The significancy of the insignificant procrastination
  6. Live on coffee and ramen: Kali ini gak, soalnya I live on tea. Ramen? Cuma enak kalo makan di Canguk… Live on chips… mungkin iya.
  7. Speak with inanimate things or with your pets about normal distributions and chi square distributions: yang jelas menggumam sendiri tentang analisa PCA yang gak keruan hasilnya.
  8. Feel terrible if you oversleep for more than 5 minutes: Bener banget. Pingin deh tidur tenang, bangun siang. Masih gagal, padahal pagi-pagi kerjaannya cuma cek email dan browsing sana sini.
  9. Inability to read thick and ‘heavy’ novel: Hehe… kalo yang ini saya tambahin sendiri. Bisa dihitung jumlah novel tebal yang berhasil dibaca sampai selesai. Sedikit. Efek sampingnya, beralih ke graphic novels and comics. Seru lho! Dari mulai Lucky Luke, kartun riwayat peradaban, sampai buatannya Tim Burton.
  10. And well, last but NOT the least, the ability to love what you do and of course perseverance!: Ya iyalah. Biar kehilangan normal salary, pusing sendiri dengan hasil yang gak signifikan, tapi siapa juga yang gak mau menyelesaikan sesuatu yang sudah lebih dari setengah berjalan.

Makanya, kalo sekolah bukan candu terus apa?

Powered by ScribeFire.