Margonda raya sejak jaman kita-kita kuliah dulu sampai sekarang tetap dan makin ramai. Bukan saja karena daerah ini dekat sekali dengan dua unversitas besar, tetapi juga menjadi pusat jalan-jalannya warga Depok. Ini juga yang menjadi inspirasi tim kudaber (ingat pake ‘b’ bukan ‘p’) sejati untuk menjajal petualangan kuliner perdananya (eksplorasi kuliner sih udah sering tapi biasanya dilakukan tanpa planning alias mengikuti naluri perut aja).

Petualangan kuliner dijajagi dengan melakukan survai sebelumnya oleh tim advance. Intinya sih untuk mengecek status tempat yang dikunjungi (jam operasi dan menu). Maklum anggota kudaber ini meskipun sebagian juga warga Depok tetapi sudah lama gak update pada situasi kuliner daerah ini karena kesibukan pekerjaan (plus petualangan kuliner di luar Jawa). Hehe, tentu saja tim advance gak lupa sedikit mencuri start lewat Burger Blenger sebelah Zoe dan cari oleh-oleh karedok ‘ibuku sayang’ di daerah pondok cina. Hasilnya, itinerary disusun dengan beberapa pilihan rencana yang dimulai dari brunch jam 10 pagi hingga makan malam dan disebarkan ke tim kudaber melalui email.

p4211162_edit.jpg

Hari H dilakukan hari sabtu, 21 April 2007. Jam memang sedikit molor tetapi rencana tetap dilakukan berdasarkan itinerary. So, brunch dimulai dari Bubur ayam seberang Gramedia. Hmmm, asesori lengkap, ada cakue, emping, krupuk, plus sate ati-ampela. Sayangnya agak terlalu manis. Jadi, mungkin lebih baik pesan sama si abang supaya kecap manisnya dikurangi. Dari tempat ini berhubung cuaca udah mulai panas, kita beranjak ke Es pocong di jalan sawo. Gak tau kenapa disebut begini, tetapi jenis minuman yang disediakan memang berjudul ‘ghost thingy’ seperti es kuntilanak, dsb. Warung kecil ini juga menjual mendoan yang lebih dahulu dikenal. Duh, sayangnya antriannya gak jelas banget deh. Pesen di mana, tunggu pesanan di mana gak jelas. Rupanya kalau kita pesan jenis es yang berbeda, kita harus menghubungi orang yang berbeda pula. Tempat duduk yang disediakan hanya sedikit tapi gak papa jugalah berdiri di sekitarannya. Anyway, akhirnya kita berhasil juga mendapat pesanan kita, es pocong dan es kuntilanak. Apaan nih isinya? Es pocong, andalan warung ini adalah bubur sumsum, ditambah dengan beberapa potongan pisang kepok, moci, serta ditambah sirup rozen rose Tjampolai dan es batu. Sementara es kuntilanak dibuat dengan menuang sirup kopyor Tjampolai ke dalam gelas yang dituangi susu dan diaduk. Kemudian baru ditambah keprukan es batu dan dituangi soda hingga luber….. Boleh lah untuk suasana panas seperti hari ini. Idenya sih boleh banget dan patut diacungi jempol. Sayangnya bubur sumsum yang masih hangat membuat es pocong nya menjadi kurang dingin.

p4211166_respl.jpg

Setelah tenggorokan ini cukup lega, kita beralih ke pilihan menu makan siang. Eh, ini sudah jam 12 siang lho, jadi sudah masuk waktu makan siang. Suara penuh memilih menu bebek bakar Bunda (dekat RS Bunda Margonda). Pilihan menu bebeknya terdiri dari bebek bakar BBQ, bebek goreng opor, dan bebek bakar madu. Menu standar lainnya seperti ayam bakar tentu saja ada. Kali ini yang kita pilih adalah bebek bakar BBQ dan bebek bakar madu. Dasar kudaber, meski berempat tapi kita cuma pesan nasi 1 piring saja (meskipun ada juga nih anggota yang protes dan pasokan karbohidrat yang kurang ternyata berpengaruh juga…. Lihat di cerita berikut). Sensasi bebek memang berbeda dengan ayam (perlu usaha dikit nih karena ternyata sedikit ulet—mudah-mudahan bukan bebek pelari).

Petualangan kita berlanjut lagi dengan mencari tempat yang nyaman untuk duduk-duduk sambil menurunkan isi perut. Sebenarnya kita berencana ke Buku Kafe. Sayangnya setelah dilongok, tampaknya tidak terlalu pas buat kita-kita. Tempatnya sih kecil tapi cozy banget, tempat duduknya oke dan librarynya juga oke. Ini juga yang membuat kita membatalkan Buku Kafe, sebab 4 orang ini masih butuh waktu untuk ber’asap’, dan volume suara kita kayanya bakal pasti mengganggu pengunjung plus pelayannya.

p4211173_edit.jpg

Akhirnya kita beralih ke Zoe Café. Nice and cozy place but not to read obviously! Pilihan makanan dan minumannya beragam dan pas juga di lidah. Jadi tentu saja, kita pilih Zoe karena hal yang satu ini dan bukan karena librarynya. Berhubung rencana makan berikut masih cukup lama, kita punya waktu bebas dan J mampirlah kita di Margo City untuk window shopping (tim kudaber masih tetap ingat bahwa fokus acara adalah kuliner dan bukan belanja loh). Rupanya pas ada acara memperingati hari Kartini. Pikir-pikir, pas jugalah acara kita berempat ini, enjoying ourselves tanpa lupa melakukan 10.000 langkah sehari!

Depok ini, terutama sepanjang Margonda boleh dikatakan daerahnya mahasiswa. Jadi cukup beruntung juga jajanannya disesuaikan dengan kocek mahasiswa. Ini juga yang mungkin menyebabkan kurangnya dan tidak populernya café dan tempat kongkow yang nyaman karena lebih menjual kudapan-kudaban dan bukan staple food. Makanya tim kudaber gak punya pilihan kecuali duduk-duduk di starbucks Margo City untuk afternoon tea timenya sambil menunggu waktu makan malam.

p4211192_edit.jpgTime passes by dan sampailah di akhir petualangan kuliner. D’goes Burger Bakar! D’goes ini rupanya bersatu dengan tempat makan Sami Moro Japanese Food yang jaman mahasiswa dahulu sudah exist (hey, we’re talking 15 years ago loh!). Pilihan kita kali ini adalah cheesy chicken burger dan hot sos beef (seputaran hot dog). Boleh juga…. cheesenya meruah dan saosnya cukup oke. Oh ya, kita juga pesan tempura yang rasanya juga cukup standar masakan Jepang.

Kenyang yang tak berlebihan dan puas! Itulah kesimpulan para kudaber sejati. Berdasarkan hasil yang dicapai hari ini, tim kudaber juga memutuskan untuk melakukan petualangan-petualangan di seantero Jakarta. So, tunggu petualangan kami berikutnya!p4211190_respl1.jpg