Hehe, ini mungkin lebih cocok judulnya ‘Going to the field — tips for petite women’. Tapi mungkin gak pas juga. Pokoknya buat orang2 kaya aku deh, jarang olah raga, tapi masih suka ke lapangan, over 30th (tanda-tanda antaranya nafas udah ngap-ngap kalo naik gunung, gak tahan lagi begadang kalo di lapangan), suka jalan di mall (lho apa hubungannya…?) tapi gak kuat angkut barang berat.

Jadi, apa yang musti diingat supaya bisa survive? Btw, ini mungkin tips khusus untuk flying camp yang harus camping dan jalan terus.

1. Sedapat mungkin sewa porter. Kalau kekuatan bisa dilatih dalam waktu cepat sih gak papa juga bawa barang sendiri, tapi mending sewa porter aja deh. Mending kita keluar Rp 10-20 ribu daripada sakit punggung. Pertulangan kita gak didesain untuk membawa barang berat.

2. Bawa barang seringan mungkin (kalau perlu ditimbang dulu). Soalnya, biarpun kecil-kecil yang dibawa, kalau beratnya ditambah ya jadi berat juga. Awalnya mungkin gak terasa, tapi kalau medannya udah mulai nanjak, udah pasti makin berat rasanya. Sekarang sudah sering dijual plastik yang dikompres untuk menyimpan pakaian (di Ace Hardware juga ada). Bentuknya seperti plastik ziploc. Dengan mengeluarkan udara yang ada dalam plastik, berat bisa dikurangi. Paling resikonya baju kita agak lecek.

3. Bawa yang benar-benar perlu. Ini agak susah, apalagi buat cewek yang susah banget lepas dari benda-benda kewanitaan. Tapi lipstick mungkin bisa ditinggal. Juga, gak perlu kan bawa body lotion botol besar? Cari botol yang paling kecil sesuai dengan lamanya ke lapangan. Kulit tetap terjaga, tapi gak nyiksa diri sendiri. Pakaian yang dibawa juga secukupnya soalnya pakaian biasanya kontributor yang paling berat.

4. Cara terbaik mungkin bawa daypack untuk dibawa sendiri dan rucksack atau backpack yang dibawakan porter. Isinya daypack adalah air minum (jangan sampe kebawa sama porter yang jalannya mungkin gak bareng sama kita), Makanan kecil (penting nih buat pengudap kaya gw), topi, uang secukupnya, dan barang yang relatif pribadi atau yang penting banget seperti camera dan binokuler.

5. Take your time and understand your own pace. Jangan ‘ngoyo’ kata orang Jawa dan jangan takut kalau ada orang mendahului kita. Tidak perlu jalan cepat mengikuti porter yang biasa berjalan cepat di hutan. Kalau perlu minta salah seorang guide atau porter menemani anda. Jangan terlalu memaksakan diri, tapi berhentilah, istirahat untuk ambil nafas secukupnya.

Apa lagi ya….? Masih banyak sih tips dan triknya. Tapi mungkin untuk sementara ini dulu deh.