Arsip untuk ‘wildlife ecology’ Kategori
Rangkong, si petani berlahan hutan
Tahukah bahwa burung rangkong punya bulu mata? Yang konon berfungsi dalam mencari pasangan……..
Burung rangkong (family Bucerotidae) telah menjadi perhatian Carolus Linnaeus pula sejak tahun 1758 pada waktu ia mempublikasi Systema Naturae. Sementara kapan rangkong ini muncul, diduga sejak Jaman Oligocene sekitar 30-35 juta tahun yang lalu. Didominasi warna dasar hitam pada sebagian besar jenisnya, ternyata ada hal-hal menarik yang membedakan rangkong dengan burung lainnya. Baca selebihnya »
Di saat kupu-kupu berpasangan
Siang hari yang cerah dengan sinar matahari yang hangat memang memberi suasana tersendiri, terutama bagi kupu-kupu yang lagi cari pasangan. Urusan kawin-mawin memang urusan pribadi kupu-kupu. Sehingga sedikit memang info yang dibaginya ke manusia.
Para kampret bersiaplah!
Para penguasa langit malam berkelebat di kegelapan. Dan ini peringatan pertama bagi mereka, para kampret karena para batman akan segera beraksi di bulan Agustus. Baca selebihnya »
Waktu yang lama untuk kembali
Dari 10 tahun lalu hingga sekarang, S-1000 selalu menjadi tempat favorit untuk mengamati burung-burung. Sepuluh tahun lalu, 165 ha hutan seputaran Way Canguk yang pernah terbakar di tahun 1997 baru saja mulai menggeliat dari debu dan abu sisa-sisa kebakaran hutan. Pepohonan mengering, tetapi semai-semai bermunculan dan tumbuh menjadi semak bercampur tepus (jahe-jahean) dan alang-alang.
‘Butterfly walking’ di sebuah pulau kehidupan di tengah lautan hunian
Kebun Raya Bogor yang saya ingat adalah pohon kenari dengan akar banirnya yang besar-besar di dekat gerbang utama. Dan ternyata masih tetap begitu. Namun kedatangan saya kali ini tak hendak mengamati orang-orang yang duduk di atas banir atau mengamati burung-burung koak malam di pulau kecil di tengah danaunya. Kali ini saya ‘mengejar kupu-kupu’. Baca selebihnya »
Komentar (14)
Komentar (7)
Komentar (14)











