Di saat kupu-kupu berpasangan
Siang hari yang cerah dengan sinar matahari yang hangat memang memberi suasana tersendiri, terutama bagi kupu-kupu yang lagi cari pasangan. Urusan kawin-mawin memang urusan pribadi kupu-kupu. Sehingga sedikit memang info yang dibaginya ke manusia.
Kupu-kupu adalah penyendiri dalam hidupnya kecuali saat-saat kawin mawin. Ada memang jenis kupu-kupu yang berkelompok hingga jutaan seperti Danaus spp. (monarch) khusus saat bermigrasi dari Amerika Utara ke Mexico tetapi tetap urusan kehidupan ditangani sendiri-sendiri.
Bahkan dalam urusan kawin-mawin selalu ada ritual. Saat mencari pasangan adalah dimulainya proses ini. Jantan-jantan misalnya, memperlihatkan dua model kelompok pencarian betina yang berbeda. Kelompok pertama adalah para jantan yang merasa bahwa ‘mencari’ adalah penting sehingga anggotanya aktif berpatroli ke sana ke mari mencari betina yang oke. Sementara kelompok lainnya adalah para jantan yang tampaknya cukup yakin akan dirinya dan lebih baik ‘menunggu’ di tempat tenggerannya sambil mengamati betina-betina yang lewat untuk JJS alias jalan-jalan siang. Jantan-jantan ini pun kalaupun terbang tidak pernah jauh dibanding betinanya. Selewat proses ini, barulah pendekatan dilakukan. Pasangan yang baru ‘jadian’ ini tentunya tak segera berpisah sehingga harus mendapat lokasi yang pas untuk bertengger yang tak mudah mendapat gangguan.
Mengamati kupu-kupu ‘cycad blue‘ (Chilades pandava) yang sedang ’sibuk’ ini bukanlah hal yang mudah. Selain proses ‘pendekatan’nya lama, kupu-kupu ini juga sangat mungil sehingga proses kejar-kejarannya bagaikan sekelebatan kungfu master yang berpindah kilat dari satu tempat ke tempat lain. Para jantannya kelihatan menjadi anggota kelompok percaya diri yang lebih suka ‘menunggu’. Di siang hari bolong yang terik, pasangan ini ternyata pandai juga mencari tempat yang tepat. Ah ya, mereka memilih di antara jeruji dedaunan pakis haji (Cycas revoluta) di mana sinar matahari bersemburat menembus daun-daunnya. Ini juga memberi tanda bagi saya untuk segera undur diri dan tak mengusik mereka…..
Oh ya, postingan sekali sekaligus mengkoreksi postingan saya terdahulu tentang si mungil yang dahulu saya anggap sebagai Euccne (Euchrysops cnejus) yang ternyata adalah cycad blue.
7 comments so far
Leave a reply














Saya selalu kesulitan mengambil foto kupu2, makanya hasilnya gk pernah bagus. Kecuali kalau sedang berpasangan ini, gampang ngambilnya he he he …
Btw, berapa lama sih kupu2 ini berpasangan.Saya koq gk pernah ngeh. Sebelumnya pernah lihat di Taman Kupu2 Bali, tetapi kelamaan … akhirnya saya tinggalin. Jadi sampai sekarang gk tahu berapa lama.
Halow Nurul. Blog semakin mempesona aja nih. Abah senang bisa ikut meresapi dan memetik hikmahnya. Selamat dan jaga sehat kuat ceria ya.
kira-kira “kesibukan” itu berapa lama ya?… terus apa mereka setelah “tidak sibuk” apa mereka tetap runtang-runtung ya?…
manusia dan kupu2 g jauh beda ya..
ada ritual sebelum kawin
Memang susah dapat foto yang bagus dari kupu-kupu, tapi koq Mbak Noon ini selalu datang dengan foto kupu-kupu yang bagus. Apalagi mau kejar-kejaran sama si cycad blue yang mungil itu.
Apakah foto di link berikut ini adalah jenis yang sama (cycad blue)? http://ihunowu.shutterchance.com/photoblog/Just_Landed_/
aku suka banget kupu2 loh walaupun gak tau jenis2nya…yang aku gak suka tuh jenis kupu2 malam……..hahahahaha
Wah jd ngiri pengen update blog trus…
Lumayan jg buat masukin tulisan catatan lapangan////