Tips mengundang tetangga terdekat
Who’s our closest neighbors? Gak usah jauh-jauh. Tengok aja di sekeliling rumah kita. Ada kehidupan lain di sekitar kita. Maksudnya sih bukan ‘alien’, tentu saja. Tetapi ada tumbuhan yang kita tanam berikut cacing, ulat, ulat yang menjadi kupu-kupu, dan burung yang mungkin mau memakan kupu-kupu. Singkatnya kita bertetangga dengan ‘urban wildlife’.
Buka-buka info tentang kupu-kupu, lebih menarik lagi. Kupu-kupu punya keterikatan pada tumbuhan untuk berbagai fungsi. Tumbuhan yang bunganya sering diminati kupu-kupu ternyata berbeda dengan tumbuhan yang menjadi tempatnya bertelur, bahkan sumber makanan semasa ulatnya. Jadi, kenapa gak coba menanam tumbuhan yang dapat menarik mahluk indah ini?

Ini mungkin barang baru bagi telinga kita. Banyak orang mungkin tak pernah terpikir untuk mendatangkan kupu-kupu di halamannya. Padahal dengan ‘membiarkan’ kupu-kupu untuk singgah di halaman kita sudah berarti kita memberi kesempatan pada proses ekosistem lingkungan kita berjalan dengan alami. Let nature works! Kupu-kupu membantu penyerbukan bunga-bunga tertentu sehingga bunga-bunga dapat melakukan produktivitasnya secara alami. Bentuk larva (ulat) maupun dewasanya jadi makanan burung-burung liar sehingga proses kontrol biologi berlangsung terus menerus.
Jadi, siapa tetangga kita? Beberapa swallowtails seperti Papilio polytes, Papilio memnon, Papilio demoleus mungkin berminat kalau kita menjamu dengan menanam Citrus atau jeruk-jerukan. Jenis kupu-kupu ini berukuran besar dan biasanya punya corak yang menarik. Dari keluarga Nymphalidae yang kadang disebut juga fruit-eating butterflies diwakili oleh Lethe europa, Elymnias hypermnestra, atau Hypolimnas bolina. Dari keluarga Pieridae yang kebanyakan berwarna putih atau kuning diwakili oleh Leptosia nina, Appias libythea, atau Delias hyparete.
Selain jeruk-jerukan, semak Lantana, Aristolochia, Ixora (soka), serta tumbuhan seperti Michelia (cempaka) termasuk jenis tumbuhan yang sering diminati kupu-kupu. Jadi, sederhana kan? Kalau takut dengan ulatnya, tanam saja tumbuhan

yang berbunga atau tanamlah jeruk-jerukan di belakang tumbuhan lain. But, why not let one or two live and you can still enjoy your garden plus entertaining your closest neighbors?
8 comments so far
Leave a reply












Hello i’ m interested by your butterfly presentation, showing one Elymnias Hypermnestra in Indonésia Do you hve any information about it ? and more photo Thanks in advance Best regards Dany
Hi, this story was just about butterflies in my garden. As far as I know, the species is quite common in Southeast Asia. Thanks for visiting!
Salam kenal,
Tulisannya menarik.
Aku juga tertarik dengan hidupanliar, kupu-kupu ini salah satunya. Sering motret, tapi sedikit referensi untuk identifikasi. Bisa bantu untuk identifikasi beberapa kupu-kupu di ornyman.multiply.com?
Nuwun
Imam T
Jogja
Hi Imam,
Saya udah melongok multiplynya. Sayang saya gak bisa kasih komen krn gak punya multiply. Papilionidaenya keliatannya oke semua. Kalo yg Nymphalidae agaknya musti lebih berhati2 karena identifikasi memang sedikit sulit. He..he.., lain ya sama burung. Kalo tertarik, saya punya field guide untuk Jawa.
Makasih udah mampir Mbak Nurul…
Field guide-nya Mbak Nurul mau ngasih pa gimana? Hehehe…
Oya, saya mau tanya hal lain, tentang Symbiose. Bersedia kan? Nanti saya sampaikan via e-mail.
Imam T
Mbak Nurul, aku dulu sempet lho sukses mengundang kupu2 di halaman belakang rumahku. Saat-saat tertentu, pokoknya kalo udah pada jadi ulet bulu… bisa sampe ada 10 lebih.. (kita, aku n anakku, selalu ngitungin). Walapun beberapa kali sempat beruntung melihat proses mereka jadi kepompong, tapi belum pernah sukses liat mereka keluar dari kepompong… selalu terlambat atau kelupaan, padahal udah menghitung hari segala… padahal itu yang ditunggu-tunggu..
Sudah nggak ngamatin burung lagi, Mbak?
Hai Vega. Hehe… aku juga masih kelewatan nungguin mereka keluar dari kepompong. Jangan2 pas jam kita tidur ya
Btw, kalo soal ngamatin burung sih kerjaan tuh…hahaha..
KEmungkinan sih, pagi hari, Mbak. Adikku pernah beruntung gak sengaja ngeliat pass kupu2 keluar kepompong, pagi2. Aku juga beberapa kali kelewatan, udah diinget-inget… pas besok nengokin kepompongnya rada siang dikit jam 10an, kupunya udah hilang pardi kepompong, pernah juga kupunya udah bisa terbang.. Mungkin susyah bisa on timenya karena jam-jam segitu memang jam2 sibuk kita…