“Si Kepik Penggerutu”, Aphids, dan jendela penjelajahan pekarangan

3 Komentar

The Grouchy Ladybug nya Eric Carle menjadi bintang hari ini.  Sejak “the Very Hungry Catepillar”, saya jatuh cinta pada buku-bukunya Eric Carle.  Buku “the Grouchy Ladybug” oleh-oleh saya keluar kota itu membuat saya yang malam itu baru tiba harus membacakannya ke Helmi padahal waktu hampir menunjukkan pukul 12 malam.

grouchyladybug

Si kepik penggerutu yang tak mau berbagi aphids, menu sarapan pagi para kepik Lagi

Si pohon rambutan, perubahan kita, perubahannya….

2 Komentar

Rambutan adalah pohon asli Indonesia and Malaysia. Rambutan adalah buah yang hanya mau matang di pohon. Artinya, jika dipanen sebelum matang, ia tak akan berubah menjadi matang karena tidak ada agen pematangnya (hormon ethylene). Bunga rambutan diserbuki oleh lalat, lebah, dan semut. Pohonnya membutuhkan drainase yang baik. Jadi tak heran juga jika pohon ini selalu dipenuhi semut-semut sehingga cukup merepotkan jika dipanjat.  Rambutan ternyata juga sudah diintroduksi di Amerika Latin. Masuk Mexico tahun 1950.

Rambutan yang tengah dikunjungi kupu-kupu Polyura athamas

Rambutan yang tengah dikunjungi kupu-kupu Polyura athamas

Lagi

Dan setiap anak adalah unik…..

2 Komentar

Camera 360

#Kelasinspirasi …  Apa pula ini?  Saya terus terang sempat ragu-ragu sewaktu mendaftar.  Di antara beberapa pertanyaan yang memerlukan jawaban cukup panjang saat mendaftar, timbul pertanyaan-pertanyaan pada diri saya, ‘sepenting apakah pekerjaan saya sehingga saya harus menularkan mimpi ini pada anak-anak lain?’ Lagi

Mari beramal untuk alam…

3 Komentar

Hutan terdegradasi tidak melulu perlu diubah menjadi sawah….

011312_0552_Foodsecurit1.jpgSeluruh bagian kehidupan manusia mempunyai interkonektivitas. Yang satu terkait dengan yang lain. Mari kita lihat sepenggal saja…. Kehadiran satwa polinator membantu menyerbuki bunga hingga menjadi buah, menjadi mak comblang antara putik dan benang sari sehingga kita dapat menikmati kopi, durian lokal, atau sambel goreng ati yang dimasak dengan pete.  Kopi diserbuki lebah, sementara duren dan petai diserbuki kelelawar.  Ini semua adalah karunia Tuhan. Subhanallah…. Para satwa ini seperti lebah, kupu-kupu, kelelawar, dan burung adalah provision dari ecosystem services, penyedia layanan lingkungan.  Adanya mereka membantu memperbaiki hasil panen petani. Nah, namun hutan punya peran pula. Satwa-satwa ini lebih suka tinggal di hutan. Riset juga mengatakan bahwa semakin dekat jarak kebun dengan hutan, makin baik produksi panen petani. Makin dekat dengan hutan, makin banyak pula jenis satwa polinator yang hadir. Lagi

Program Training Mitigasi Perubahan Iklim dan Pembiayaan Hutan Berkelanjutan Inovatif

Tinggalkan komentar

Yuk ikutan! Menarik nih. Angkatan pertama sudah dilahirkan dari Program Pelatihan kerjasama antara Center for Environment, Economy, and Society, Columbia University dan Research Center for Climate Change, Universitas Indonesia ini. Ingin tahu tentang pelatihan angkatan pertama? Silakan lihat di Ruang Perubahan

Suasana pelatihan yang sarat diskusi dan kerja kelompok

Suasana pelatihan yang sarat diskusi dan kerja kelompok

Berikut info lengkapnya…. Lagi

“Food security” dan alih menu non-beras

7 Komentar

Ini gara-gara tadi ikutan mendengarkan para mahasiswa mata kuliah biogeografi mempresentasikan proyek kecilnya. Salah satunya bicara tentang food security atau ketahanan pangan. Menarik, karena kelompok ini tak lupa menyediakan contoh makanan non-beras hasil kreasi mereka sendiri.

Ibu saya beberapa hari lalu mengeluh kalau harga beras sudah naik dari biasanya. Pun harga terigu ditengarai juga akan naik. Ketahanan pangan memang sangat terkait konservasi hingga perubahan iklim, dengan isu utama yaitu sustainability. Tersedia selalu tanpa terpengaruh krisis ekonomi dan perubahan iklim. Isu ini sangat penting bagi Indonesia yang makanan pokok utamanya adalah beras Lagi

Riset satwa dan perubahan iklim

4 Komentar

Perubahan iklim bisa dianggap sebagai isu baru dan lama. Isu lama karena yang namanya iklim pasti terkait dalam suatu siklus, artinya dari ice age dulu pun sudah ada perubahan iklim. Isu baru karena topic ini serasa baru terus. Yah karena memang belum ada ilmu khusus tentang perubahan iklim. Artinya, para peneliti berlatar belakang apapun mau tidak mau harus belajar dan mendalami isu ini. Barangkali baru beberapa tahun belakangan ini ada beberapa institusi pendidikan yang membuka jurusan atau keminatan khusus tentang perubahan iklim.

Itu secara umum. Belum lagi jika bicara khusus tentang Indonesia. Oh ya, seperti biasa dalam kasus saya tentunya terkait wildlife alias satwa liar dan habitatnya Lagi

Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.